Kesehatan

Hindari 7 Kebiasaan Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Ilustrasi (Dok:Net)

PANTAU JAKARTA - Infeksi saluran kemih adalah infeksi yang terjadi pada sistem kemih. Mengutip Cleveland Clinic, infeksi ini bisa terjadi di mana pun dari sistem kemih, yaitu: Uretra: suatu kondisi yang disebut uretritis Ginjal: suatu kondisi yang disebut pielonefritis. Kandung kemih: suatu kondisi yang disebut sistitis.

Urin biasanya tidak mengandung bakteri, tetapi bakteri bisa masuk ke sistem kemih dari luar tubuh, menyebabkan infeksi saluran kemih. Siapa pun bisa terkena infeksi saluran kemih, tetapi lebih sering terjadi pada wanita.

Dilansir kompas.com, hal ini karena uretra (tabung yang membawa urin keluar dari tubuh) pada wanita lebih pendek dan lebih dekat ke anus, di mana bakteri E. coli biasa ditemukan.

Lebih dari 90 persen kasus infeksi kandung kemih (sistitis) disebabkan oleh E. coli.

Mengutip Everyday Health, kebiasaan yang menyebabkan infeksi saluran kemih, meliputi:

  1. Suka menahan kencing Suka menahan kencing atau tidak mengosongkan kandung kemih bisa menjadi kebiasaan yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Sebab, urin yang ditahan itu bisa menjadi sarang bakteri dan menyebabkan radang kandung kemih atau infeksi uretra.

"Lebih baik mengosongkan kandung kemih sepenuhnya untuk membiarkannya terisi kembali sepenuhnya," kata profesor kebidanan dan ginekologi di Hofstra Northwell School of Medicine, New York, Jill Maura Rabin.

  1. Mengkonsumsi obat-obatan Kebiasaan minum obat-obatan dapat memberikan efek samping yang menyebabkan infeksi saluran kemih.

Sebab, obat-obatan tertentu bisa membuat urin tertahan di kandung kemih. Beberapa obat yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih itu, meliputi: Antihistamin Antipsikotik Dekongestan Antikolinergik

Dr. Rabin mengatakan bahwa itu tidak berarti Anda harus berhenti meminumnya. Anda perlu mewaspadai risiko ekstra dan minum banyak air, berusaha kencing sepenuhnya.

  1. Cara mengusap vagina yang salah Kebiasaan mengusap vagina yang salah dapat juga menyebabkan infeksi saluran kemih.

Mengusap vagina dari belakang ke depan dapat menyebabkan bakteri terbawa dari anus ke uretra dan kandung kemih.

Fakta menurut sebuah penelitian dalam jurnal Urologia Internationalis edisi 2018, orang yang mengusap dari belakang ke depan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih sebesar 64 persen.

Lalu, sebagian besar infeksi (66 persen) disebabkan oleh E. coli (bakteri yang biasanya hidup di usus).

  1. Kebiasaan menggunakan celana ketat Menggunakan celana ketat mungkin membuat Anda terlihat seksi atau lebih menarik, tetapi itu memberikan efek buruk untuk kesehatan saluran kemih Anda.

Celana ketat itu dapat menjebak bakteri menumpuk di area genital hingga menyebabkan infeksi saluran kemih. Kebiasaan lebih rentan terjadi pada wanita.

“Pakaian dalam yang ketat bisa menjadi jalan tol bagi bakteri dari anus untuk berpindah ke area vagina,” ujar Dr. Rabin.

  1. Tidak buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks Mengutip Healthline, berhubungan seks meningkatkan kemungkinan terkan infeksi saluran kemih, terutama wanita.

Itu karena bakteri dapat dengan mudah masuk ke uretra saat berhubungan seks. Untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih, buang air kecil segera sebelum dan sesudah berhubungan seks.

Tujuannya untuk membuang bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Ini juga merupakan cara yang baik untuk mencuci area genital Anda dengan lembut sebelum berhubungan seks.

  1. Kurang minum air Mengutip Healthline, kebiasaan kurang minum air bisa juga menyebabkan infeksi saluran kemih.

Banyak minum air putih dapat membantu menghilangkan bakteri ekstra dari saluran kemih Anda. Anjuran Kementerian Kesehatan minum air setidaknya sebanyak 8 gelas berukuran 230 ml atau total 2 liter per hari.

Ketika Anda tidak mendapatkan cukup air yang melewati tubuh, mungkin ada penumpukan bakteri di kandung kemih hingga menyebabkan infeksi saluran kemih.

Namun, hindari minum minuman beralkohol dan berkafein, yang dapat mengiritasi kandung kemih.

  1. Menggunakan produk kewanitaan yang beraroma Mengutip Healthline, vagina secara alami mengandung lebih dari 50 mikroba yang berbeda. Banyak di antaranya adalah jenis bakteri yang disebut Lactobacilli.

Bakteri ini membantu menjaga vagina tetap sehat dan memiliki tingkat pH seimbang. Produk kewanitaan beraroma dapat mengganggu keseimbangan pH, memungkinkan bakteri berbahaya untuk tumbuh sangat cepat.

Sehingga, kebiasaan menggunakan produk kewanitaan yang beraroma ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih.

 




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan