Hukrim

Operasi Senyap Timsus Polres Bengkalis Bekuk 3 Kurir Sita 30 Kg Sabu: Mengaku Nelayan Transaksi di Tepi Pantai

Polisi paparkan pengungkap kasus peredaran narkotika di Bengkalis (DOK: Istimewa/detik.com)

PANTAU JAKARTA - Polisi kembali mengungkap jaringan peredaran narkoba di Bengkalis, Riau. Sebanyak 30 Kg sabu disita dalam operasi senyap dan diamankan tiga kurir. K

Kapolres Bengkalis menyebut tim khusus (timsus) Satnarkoba Polres Bengkalis dan Bea Cukai menggagalkan penyeludupan narkoba pada Selasa 15 November 2022. Kasus terungkap sehari jelang penutupan Operasi Antik Polda Riau.

"Operasi penangkapan dilakukan berawal dari informasi petugas Bhabinkamtibmas Desa Sepahat. Diduga di Pantai Sepahat Desa Tenggayun sampai Desa Api-Api akan ada kegiatan mencurigakan yakni transaksi narkoba," kata Indra, dilansir detik.com, Senin (21/11/2022).

Kemudian Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan Satnarkoba dan melakukan upaya penyelidikan. Setelah diintai bersama Bea Cukai terdeteksi tanda-tanda akan adanya transaksi.

"Hasil selama kegiatan tersebut yaitu pada Selasa15 November 2022 pukul 23.50 WIB timsus melihat ada kegiatan warga di Desa Api-api yang mencurigakan saat turun dari pantai. Bahkan kondisi badan juga basah," kata Kapolres seperti dikutip dari laman detik.com..

Lalu tim mendekati dan mengintrogasi dua orang yang dicurigai. Kedua orang tersebut adalah MH alias Ata (29) dan HN (45) alias Iwan.

"Saat diamankan mereka mengaku baru saja selesai mencari ikan di laut sebagai nelayan. Namun tim di lapangan tidak begitu saja percaya," katanya.

Setelah diintrogasi, keduanya mengaku baru saja menyimpan sabu sebanyak 3 buah tas ransel yang berisi 30 bungkus sabu. Sabu ini disimpan di kamar mandi milik MH.

Kedua tersangka juga mengaku disuruh oleh HO yang berada di Kota Pekanbaru. Keduanya dijanjikan upah sebesar Rp 2,5 juta per bungkus sebelum dijemput oleh orang suruhan HO.

Berangkat dari informasi itu, Satnarkoba dan timsus melakukan pengembangan. Pelaku HO pun dibekuk dan digiring ke Bengkalis untuk pengembangan sampai tuntas.

"Sama dengan pelaku lain, HO alias Eman dalam kegiatan tersebut diperintah oleh L. Untuk HO mendapat upah Rp 150 juta agar mengamankan barang tersebut," katanya.

Selanjutnya kepada para tersangka akan dijerat pasal Pasal 114 (2) dan Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Ketiganya teracam 20 tahun penjara.***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan