Pendidikan

Kepsek SMPN 14 Yunir Tetap Perjual Belikan Buku LKS Tanpa Mengindahkan Peraturan Pemerintah

PANTAU RIAU.COM DUMAI-Sepertinya larangan dari Dinas Pendidikan Dumai melalui surat edaran Sekretaris Disdik Drs.H.Ridwan saat di konfirmasi Awak Media beberapa waktu yang lalu tentang di larangnya sekolah dari tingkat SD dan SMP menggunakan Buku Lembaran Kerja Siswa (LKS), tidak di anggap alias tidak di gubris sama sekali oleh pihak sekolah SMP Negeri 14.

Larangan tersebut tertuang dalam surat edaran Seluruh Dinas Pendidikan di indonesia di berikan surat peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 8 Tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan.

Oleh sebab itulah Disdik Dumai memberitahukan dan membuat surat edaran ke seluruh sekolah-sekolah mulai tingkat SD dan SMP melarang menggunakan buku LKS yang di maksud.

Namun sepertinya pihak sekolah SMPN 14 menganggap ini bukanlah persoalan serius, sehingga peredaran Buku LKS masih terjadi di sekolah ini, dan mewajibkan Siswa-siswi untuk membeli LKS. 

Seperti yang di alami oleh Ganda Jaya Siregar, Kamis (03/11/2016) selaku wali murid SMPN 14 tak tanggung-tanggung ia harus merogoh kantong sebesar Rp.110 Ribu sampai dengan Rp.150 Ribu Rupiah untuk biaya pembayaran Buku LKS.

"Harga Buku LKS nya berfariasi sebab sesuai tingkatan kelasnya, anak saya di kelas II harus membayar Rp.116 Ribu ke pihak sekolah untuk LKS," ungkap Ganda Jaya Siregar.

Ganda menyampaikan, bahwa kurangnya pengawasan dan tidak adanya tindakan tegas serta pemberian sanksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) kota Dumai, sehingga muncul dugaan adanya oknum Disdik yang menutup mata dan menerima Upeti berjamaah.

" Hal ini sudah berulang kali terjadi di SMPN 14, namun Kepala Sekolah (Kepsek) tidak pernah mendapatkan sanksi tegas oleh Disdik "Ujarnya.

Sepatutnya Walikota Dumai turun tangan langsung untuk memberikan sanksi tegas kepada Kepsek "nakal" tersebut, karena sudah merusak citra pemerintah dan memalukan dunia pendidikan, ditambah lagi Visi Misi Pendidikan Gratis yang sudah digadang gadangkan Walikota Zul As menjadi tercoreng.

Lanjut Ganda "Ini sudah mencoreng Visi Misi Walikota Dumai yaitu Pendidikan Gratis, sudah sepantasnya Walikota Zul As turun tangan langsung pecat Kepsek nakal ini, seperti yang dilakukan Walikota Bandung Ridwan Kamil pecat 14 Kepala sekolah," Tutupnya

Terkait hal ini awak media berulang kali konfirmasi ke SMPN 14, Kepsek Drs. Yunir selalu tidak berada di tempat.

editor hendri

 




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan