Daerah

Pelabuhan Induk Desa Titi Akar Rusak Akibat Ponton dan Tagboat milik PT SRL

Kondisi Pelabuhan Induk Desa Titi Akar sangat memperhatinkan

Rupat Utara Bengkalis (PRC) - Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara pada Tahun 2015 Pelabuhan induk Desa Titi Akar yang mana digunakan masyarakat Desa Titi Akar untuk membokar dan Memuat Barang penumpang Speedboat yang mau Ke Dumai .

 

Namun Pelabuhan Induk Desa Titi Akar tersebut rusak akibat Kapal Ponton dari PT. SRL bertambat disana dengan Tagboat yang bernama Sinar Abadi dan kabar terdengar pihak PT. SRL tidak ingin mengganti rugi atas kerusakan Pelabuhan Induk Desa Titi Akar seperti yang dikatakan Kepala Desa Titi Akar Sukarto kepada pantauriau.com.

 

Kepala Desa Titi Akar Sukarto mengatakan Pelabuhan Induk Desa Titi Akar kini kondisi nya rusak dikarenakan Kapal Ponton PT. SRL  bertambat disana dengan Tagboat yang bernama Sinar Abadi dan mengakibatkan Pelabuhan Induk Desa Titi Akar kondisi nya saat ini rusak . Ujar Kepala Desa Titi Akar kepada pantauriau.com

 

Kepala Desa Titi Akar Sukarto menambahkan dan pihak PT. SRL juga tidak mau mengganti rugi atau memperbaiki Pelabuhan Induk Desa Titi Akar yang saat ini Kondisi nya rusak akibat Ponton milik PT. SRL , Pelabuhan Induk Desa Titi Akar beralamat Jalan Batin Daud RT.01/RW.01 Dusun Suka Ramai Desa Titi Akar , semenjak Pelabuhan Induk Desa Titi Akar rusak membuat Masyarakat Desa Titi Akar menderita dan susah karena Pelabuhan Induk Desa Titi Akar yang rusak tersebut merupakan tempat Aktivitas Masyarakat Desa Titi Akar melakukan bongkar dan muat menuju Dumai . Ucap Kepala Desa Titi Akar Sukarto kepada pantauriau.com .

 

Kepala Desa Titi Akar Sukarto menambahkan lagi kita pihak Pemerintah Desa Titi Akar sudah beberapa kali mengirim surat kepada pihak PT. SRL untuk meminta pertanggung jawaban PT. SRL atas kerusakan Pelabuhan Induk Desa Titi Akar dan sampai Tahun 2017 tidak ada tindak lanjut dari PT. SRL , Kita pihak Pemerintah Desa Titi Akar mengharapkan Itikad baik dari pihak PT. SRL karena beberapa minggu kedepan kalau tidak ada kejelasan dari Pihak PT. SRL maka berdasarkan UU tentang Desa No.6 Tahun 2014 kami selaku Pemerintah Desa Titi Akar akan menyerahkan hal ini kepada Kuasa Hukum Desa Titi Akar Yusup , SH ., MH agar untuk ditindak lanjuti ke ranah Hukum. Kepala Desa Titi Akar Sukarto menambahkan kepada pantauriau.com

 

" Karena Pelabuhan Induk Desa Titi Akar tersebut merupakan Aset dari Desa Titi Akar yang dibangun menggunakan Dana APBD Bengkalis pada Tahun 2006 yang lalu " . Tutup Kepala Desa Titi Akar Sukarto kepada pantauriau.com

 

Ketua BPD Desa Titi Akar Khadir mengatakan beberapa hari kemarin telah datang warga melapor untuk meminta BPD mengadakan rapat dengan mengundang masyarakat Desa Titi Akar dan pihak Kecamatan Rupat Utara serta syahbandar untuk meminta pertanggung jawaban dari pihak PT.SRL  . Kepala BPD Desa Titi Akar Khadir mengatakan kepada pantauriau.com

 

Ketua BPD Desa Titi Akar Khadir juga menambahkan permintaan juga datang dari Ketua Kelompok Nelayan sedesa titi akar saudara Herman alias Buku beliau menyampaikan kalau anggota Nelayan nya juga mengeluh dengan ponton dan tagboat yang membawa hasil kayu akasia yang melewati sungai selat morong apa bila terlanggar jaring nelayan tagboat atau ponton tersebut tidak mau mengganti jaring nelayan yang rusak tersebut dengan alasan kalau mereka sudah memiliki izin dari pihak terkait dan beberapa tokoh masyarakat Suku Akit hatas Desa Titi Akar yang memasang Togok atau Gombang juga mengeluh karena alat tangkap mereka juga rusak dilanggar ponton dan tagboat yang membawa hasil kayu Akasia PT. SRL . Ujar Ketua BPD Desa Titi Akar Khadir kepada pantauriau.com

 

Menurut ketua BPD Desa Titi Akar Khadir setelah Rapat Hasil keputusan rapat bersama masyrakat terkait PT. SRL dan kerusakan Pelabuhan akan lebih baik dibawa atau dilanjutkan ke Ketua DPRD Bengkalis serta Bupati Bengkalis termasuk Pihak PT. SRL tidak jelas MoU nya dengan desa semua janji tidak ada yang terlaksanakan seperti contoh bantuan tanaman kehidupan sampai saat ini tidak jelas . Ucap Ketua BPD Desa Titi Akar Khadir kepada pantauriau.com

 

Menurut Pak Lebang masyarakat Suku Akit Hatas Dusun Hutan Samak Desa Titi Akar sejak PT. SRL berdiri dan beroperasi kami warga Suku Akit Hatas dilarang masuk kehutan untuk berburu dan mencari akar kayu dan tumbuhan obat - obatan . Ucap Pak Lebang kepada pantauriau.com

 

" Dan kami ditakuti oleh sekuriti PT. SRL pada hal sejak Nenek moyang dulu hutan sana tempat kami mencari obat - obatan dan berburu binatang seperti nangoi alias babi hutan sekarang kami benar - benar susah dan kami seperti dijajah oleh orang dikampung sendiri untuk itu kami mohon kepada pemerintah kabupaten bengkalis tolong bantu dan perhatikan nasib kami " . Seperti yang diutarakan Suharji seorang Nelayan kepada pantauriau.com

 

Suharji juga menambahkan sejak PT SRL ada hasil tangkapan nelayan pun sudah berkurang tidak seperti dulu sekarang sangat susah belum lagi sisa kayu akasia yang dibawa ponton dan tagbot tersebut berserak sepanjang sungai yang membuat jaring kami rusak dan  belum lagi jika dilanggar tidak diganti . Ucap Suharji kepada pantauriau.com

 

Harapan saya agar Pihak perikanan dan kelautan tolong perhatikan nasib kami percuma kami ada kartu nelayan nasib kami terabaikan . Tutup Suharji kepada pantauriau.com

 

Ketua kelompok Nelayan Desa Titi Akar Herman juga  meminta dan mengharapkan kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Bengkalis untuk dapat membantu dan memperhatikan nasib kami yang sudah susah bertambah susah . Tutup Ketua Kelompok Nelayan Desa Titi Akar Herman kepada pantauriau.com . ***(MO)

 




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan