Pendidikan

UPTD Pendidikan Mandau Targetkan Seluruh SMPN Di Mandau Terapkan  Full Day School

PLT Kepala Dinas Pendidikan Bengkalis Edi Sakura,M.Pd bersama Kepala UPTD Pendidikan Mandau Drs. Nasrizal

MANDAU (PRC) - Sebanyak 17 sekolah tingkat pertama (SMP) Negeri yang ada di Kecamatan Mandau dipastikan akan menerapkan sistim full day school.Untuk saat masih tercapai 95 persen.

 

Hal itu disampaikan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mandau Drs Nasrizal (10/8/17).Dikatakannya dari 17 SMPN yang ada sudah 15 sekolah yang sudah menerapkan full day school.

 

Sementara  2 sekolah lagi yaitu SMPN 3 dan SMPN 16 belum dapat melaksanakan program tersebut akibat masih menerapkan masuk pagi dan siang (2 ship).Namun tahun dalam dua tahun kedepan seluruh sekolah sudah melaksanakan program tersebut.

Nasrizal mengakui bahwa kedua sekolah tersebut menemui  kendala .

 

Terutama jumlah rombel yang tidak sesuai dengan jumlah ruangan belajar yang tersedia.

 

Sehingga siswa harus masuk pagi dan siang, Sehingga program full day school tidak terealisasi.

 

“Kita akan upayakan melakukan pengurangan kuota siswa pada penerimaan siswa tahun berikutnya atau menambah ruangan belajar baru.Kalau tidak ada perubahan SMPN 16 tahun ini akan mendapat tambahan lokal.Sementara SMPN 3 masih mengalami kesulitan karena lokasi sekolah yang sudah sempit.

 

Paling bisanya membangun ruangan bertingkat.

 

“Imbuhnya mengakui target tersebut akan tercapai dalam 2 atau 3 tahun kedepan.***Sebanyak 17 sekolah tingkat pertama (SMP) Negeri yang ada di Kecamatan Mandau dipastikan akan menerapkan sistim full day school.Untuk saat masih tercapai 95 persen.

 

Hal itu disampaikan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mandau Drs Nasrizal (10/8/17).Dikatakannya dari 17 SMPN yang ada sudah 15 sekolah yang sudah menerapkan full day school.

 

Sementara  2 sekolah lagi yaitu SMPN 3 dan SMPN 16 belum dapat melaksanakan program tersebut akibat masih menerapkan masuk pagi dan siang (2 ship).Namun tahun dalam dua tahun kedepan seluruh sekolah sudah melaksanakan program tersebut.

Nasrizal mengakui bahwa kedua sekolah tersebut menemui  kendala .

 

Terutama jumlah rombel yang tidak sesuai dengan jumlah ruangan belajar yang tersedia.

 

Sehingga siswa harus masuk pagi dan siang, Sehingga program full day school tidak terealisasi.

 

“Kita akan upayakan melakukan pengurangan kuota siswa pada penerimaan siswa tahun berikutnya atau menambah ruangan belajar baru.Kalau tidak ada perubahan SMPN 16 tahun ini akan mendapat tambahan lokal.Sementara SMPN 3 masih mengalami kesulitan karena lokasi sekolah yang sudah sempit.

 

Paling bisanya membangun ruangan bertingkat.

 

“Imbuhnya mengakui target tersebut akan tercapai dalam 2 atau 3 tahun kedepan.***




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan