Nasional

Panglima TNI : Tugas Membela NKRI Adalah Jihad

Nomor : SP-355/IX/2017/Pen

Panglima TNI : Tugas Membela NKRI Adalah Jihad

Cilangkap Jakarta (PRC)-Puspen TNI Apabila keimanan dan ketaqwaan kita tebal, kita akan sadar bahwa dalam melaksanakan tugas-tugas membela NKRI adalah Jihad dan tidak adayang perlu ditakutkan.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutan acara Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H / 2017 M, di Masjid Jenderal Sudirman, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur,Rabu (27/9/2017).

Panglima TNI menjelaskan  bahwa pada hakekatnya semua prajurit sudah memenuhi persyaratan untuk melakukan jihad demi negara dan bangsa. “Begitu kita masuk sebagai prajurit, kita sudah membuat surat izin dari orang tua,  kemudian di cek kesehatan dan dilatih, itu sebenarnya merupakan persyaratan jihad,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwamelalui hikmah tahun baru Islam     1439 H agar mengevaluasi keimanan dan ketaqwaan pada tahun sebelumnya. “Nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan inilah yang harus kita evaluasi bersama, tentunya kita mengharapkan dari waktu ke waktu mempunyai nilai yang lebih dalam hal keimanan dan ketaqwaan,” ujarnya.

“Dengan keimanan dan ketaqwaan yang kuat makaprajurit sudah pasti menjadi hebat, profesional dan kuat dalam pelaksanaan tugas, khususnya di medan pertempuran tanpa mengenal rasa takut,” pungkas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pada Peringatan Tahun Baru Islam 1439 H tersebut mengusung tema “Melalui  Hikmah Tahun Baru Islam 1439 H/2017 M Kita Mantapkan Jati Diri Menuju Sikap Mental yang Lebih Baik Guna Mewujudkan Prajurit yang Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat”.

Autentikasi :

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

 

 

 




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan