Hukrim

Setelah Pakai Rompi Orange KPK,Bupati Jombang:Makanya Saya Mohon Maaf

Jakarta (PRC) --- Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko (NSW) meminta maaf kepada warga Jombang atas perbuatannya. Ia mengaku tak paham bahwa itu adalah pelanggaran hukum. KPK langsung menahannya setelah menjerat dia dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terkait kasus dugaan suap .

 

Nyono keluar dari gedung KPK pada Minggu (3/2) malam dengan mengenakan rompi berwarna oranye yang merupakan rompi bagi tahanan KPK.

 

“Kemarin itu ada sumbangan yang sedikit, itu diberikan ada bantuan untuk iklan atau apapun itu diberikan sama teman-teman,” kata Nyono.

 

Nyono melanjutkan, “Makanya saya mohon maaf. Saya tidak tahu itu adalah salah satu pelanggaran hukum sehingga saya minta maaf kepada masyarakat di Jombang, saya minta maaf betul.”

 

Selain menjabat sebagai Bupati, Nyono merupakan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur. Ia mengaku mundur dari dua jabatan itu karena terjerat kasus suap.

 

“Ya otomatis kita harus mundur dari DPD Golkar Jawa Timur dan dari Bupati. Saya ikhlas karena saya merasa salah sehingga perjalanan ini yang harus kita ikuti,” aku dia.

 

Nyono ditangkap KPK, di Stasiun Solo Balapan pada Sabtu (3/2) sekitar pukul 17:00 WIB, setelah menerima uang dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Jombang Inna Silestyanti (IS) untuk mengamankan jabatan definitif.

 

Dari tangan Nyono, KPK menyita uang yang diduga sisa pemberian dari Inna sebesar Rp 25,5 juta. Selain itu didapatkan juga US$ 9.500.

 

Sumber suap diduga berasal dari hasil pungutan liar (pungli) dari dana kapitasi di Puskesmas se Jombang.

 

Semantara, Inna keluar dari ruang pemeriksaan pada Minggu (3/2) pukul 19.50 WIB dengan rompi tahanan KPK. Ia hanya menunduk ketika awak media bertanya mengenai kasus suap.

 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan bahwa keduanya ditahan pada rumah tahanan (Rutan) yang berbeda selama 20 hari.

 

“NSW ditahan di Rutan Guntur, IS ditahan di Rutan K4, ditahan 20 hari pertama,” kata dia.

 

Nyono dan Inna sudah ditetapkan sebagai tersangka. Nyono disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Smeentara, Inna disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor.

 

sumber-cnnindonesia




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan