Pendidikan

Erwin:Ijazah Dibagikan Nilai SKHUN Masih Ditahan

Dumai (PRC) -Seyogyanya ijazah kelulusan siswa diisi berdasarkan SuratKeterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN). Namun, anehnya Dinas Pendidikan Provinsi Riau justru terlebih dahulu menyalurkan Ijazah untuk siswa paket B dan C dibeberapa daerah di Riau. Tetapi hingga kini belum menyalurkan SKHUN siswa.


Hal ini menjadi tanda tanya oleh sejumlah pendidik di Provinsi Riau. Apakah ada keterkaitan dengan pemilu Gubernur Riau atau memang kinerja Dinas Pendidikan yang bermasalah.

Menurut penelusuran awak media pada beberapa narasumber tahun-tahun sebelumnya ijazah paling lambat disalurkan pada akhir tahun untuk gelombang ke II siswa paket B maupun C.


Namun, pada keganjilan justru terjadi ditengah-tengah tahun politik sehingga sejumlah siswa paket maupun pendidik menafsirkan keterlambatan penyaluran ijazah siswa paket tahun 2017 lalu dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

 


Aktivis pendidikan, Erwin Brusli Rodimart Sitompul. S.Pd, ketika diminta pendapat soal fenomena ini menjelaskan bahwa kemungkinan bisa saja ditafsirkan untuk kepentingan politik karena incambent kembali maju sebagai calon Gubernur.

Namun, kata Erwin yang pastinya dengan keterlambatan sampai April 2018 ini belum disalurkan juga SKHUN siswa paket tersebut merupakan perbuatan dzalim dalam dunia pendidikan di Riau.

"Ini sudah perbuatan dzalim kalau saya menilai, karena seolah-olah siswa paket B dan C itu tidak penting. Padahal dari sisi pendidikan ijazah dan SKHUN itu dibutuhkan siswa paket B untuk melanjutkan pendidikan dan yang paket C membutuhkan untuk melanjutkan kuliah atau melamar pekerjaan." kata Erwin.

Erwin mendesak Plt Gubernur Riau agardapat memperhatikan persoalan ini dengan serius."Hal ini harus menjadi perhatian khusus karena jangan sampai dunia pendidikan ternodai oleh kepentingan politik maupun kepentingan oknum baik pribadi atau sekelompok orang." harapnya.

Sebelumnya diberitakan, siswa paket yang sudah mengikuti ujian dan dinyatakan lulus pada tahun 2017 lalu sempat mendatangi PKBM diwilah masing-masing mempertanyakan keterlambatan ijazah mereka. Tidak sampai disitu bahkan ada PKBM yang dilaporkan ke Polisi atas dugaan penipuan.(egi)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan