Eksbis

Bioindustri: Trend pertanian masa depan

Bioindustri: Trend pertanian masa depan

Pekan Baru (PRC) -Sistem pertanian bioindustri memandang lahan pertanian tidak semata-mata merupakan sumberdaya alam, namun juga dipandang sebagai industri yang memanfaatkan seluruh faktor produksi untuk menghasilkan pangan untuk ketahanan pangan maupun produk lain yang dikelola menjadi bioenergi serta bebas limbah dengan menerapkan prinsip mengurangi, memanfaatkan kembali, dan mendaur ulang (reduce, reuse dan recycle). Sistem pertanian bioindustri adalah untuk menghasilkan pangan sehat, beragam dan cukup.
Trend pertanian telah berkembang dari pertanian yang hanya menghasilkan satu komoditas menjadi pertanian yang  lebih terintegrasi atau terpadu seperti yang dilakukan oleh kelompok tani di Kabupaten Kampar. Kampar adalah kabupaten yang cukup potensial dalam pengembangan model pertanian bioindustri sawit-sapi dengan potensi kelompok tani-ternak yg terampil dengan bimbingan inovasi teknologi dari BPTP Riau dalam meningkatkan nilai tambah sistem produksi sawit dan juga produksi daging sapi secara simultan.
Kegiatan bioindustri sawit-sapi yang dilaksanakan BPTP Riau berlokasi di Kecamatan Tapung. Beberapa kegiatan yang sudah berjalan adalah pembuatan pakan complete feed, biogas, kompos, dan pembuatan pupuk organik cair.  Pada tahun ini kegiatan bioindustri  dikembangkan lebih lanjut sehingga produk yang dihasilkan dapat dikomersialisasikan.
Kelompok Tani Puja Kesuma yang diketuai oleh Yono telah membuat pakan komplete feed dengan bahan rumput gajah, daun dan pohon jagung yang telah selesai dipanen, molasses, probiotik, mineral, bungkil inti sawit, dan dedak, kemudian difermentasi. Sedangkan penggunaan kompos, menurut Yono dan biourine untuk tanaman sawit dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia dari urea 20 kh/ha menjadi tanpa urea, SP36 200 kg/ha menjadi 100 kg/ha , dan KCl 200 kg/ha menjadi 100 kg/ha.
Sedangkan aktivitas pada Kelompok Tani Fokus Hasil Gemilang adalah pembuatan pakan complete feed , tetapi masih ada kendala yaitu sarana prasarana yang belum lengkap, berjalan belum kontinyu sehingga belum bisa dikomersialkan. Sedangkan pembuatan biogas sudah dilakukan tetapi perlu diupayakan teknologi yang lebih baik lagi. 
”Mudah-mudahan model pertanian bioindustri di Kabupaten Kampar ini dapat berjalan dengan baik dan nantinya dapat direplikasi di daerah lain sehingga petani lebih banyak mendapatkan untuk dari hasil pertanian yang mereka usahakan” terang Nana Sutrisna, Kepala BPTP Riau (fahroji)




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan