Daerah

LSM RCW Desak Disnaker Terkait Hak ketenagakerjaan atau Buruh 

LSM RCW Desak Disnaker Terkait Hak ketenagakerjaan atau Buruh 


ROKANHILIR (PRC) Demi memperjuangkan kesosialan hak ketenagakerjaa atau buruh terus disuarakan oleh DPD LSM (Lebaga Swadaya Masyarakat) RCW (Republik Corruption Whacth), Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Hal itu dipicu masih banyaknya terjadi tindak-tindak kecurangan yang merugikan pekerja atau buruh akan haknya.

Bahkan, lanjutnya, pengusaha tidak segan-segan menzolimi dan melanggar UU Ketenagakerjaan yang berlaku di Republik Indonesia ini.

Demikian hal itu disampaikan Sekretaris LSM RCW Rohil, Andri, saat dikonfirmasi (19/10/18) di Bagan Batu. Dirinya sangat menyanyangkan jika selaku pengusaha minimarket dan juga seorang anggota DPRD Provinsi Riau memperlakukan karyawannya tidak sesuai dengan aturan serta undang undang yang belaku.

"Sangat miris kita melihatnya, seharusnya selaku perwakilan masyarakat yang seharusnya memperjuangkan hak-hak masyarakat malah melakukan hal yang menyimpang dari UU Ketenagakerjaan yang berlaku," ucapnya dengan miris.

"Dan, tindakan tersebut tidak dapat ditolerin, bagaimana dia bisa memperjuangkan hak masyarakat, sementara hak pekerjanya sendiri tidak dipenuhi. Ini satu contoh yang tidak bisa ditolerin lagi," paparnya.

Dilanjutnya, padahal Undang-undang No 24 tahun 2011 pasal 13 serta pasal 55 sudah menjelaskan hak karyawan serta sanksi bagi pelaku usaha jika tidak memenuhi kewajibanya.

"Kita sudah surati pihak minimarket Usaha Baru, tersebut dengan register No :11/RCW-RHL/X/2018, karena diduga telah melakukan pelanggaran UU Ketenagakerjaan," tegasnya.

Yang paling intinya kami sangat mengecam tindakan pelaku usaha atas perlakuanya terhadap karyawanya.(syafry)


 




[Ikuti PANTAURIAU.com Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar

Untuk Berbagi Berita / Informasi / Peristiwa
Silahkan SMS ke nomor HP : 0813 6366 3104
atau email ke alamat : pantauriau@gmail.com
Harap camtumkan detail data diri Anda
Pengutipan Berita dan Foto, Cantumkan PANTAURIAU.com Sebagai Sumber Tanpa Penyingkatan